MAKAN PAGI SEBAGAI PENUJANG PRODUKTIVITAS KERJA

Kualitas dan produktivitas perkerja merupakan salah satu unusr pokok yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha disamping unsur lainyan sperti materi, finansial, teknologi dan pasar. Hal ini menjadi lebih penting mengingat saat ini kita akan masuk dalam era globalisasi, suatu era yang ditandai dengan adanya persaingan. Pada era tersebut seluruh produk usaha akan bersaing secara ketat dengan produk lain yang sejenis. Oleh karena itu kualitas dan produktivitas perkerja perlu dipersiapkan agar mampu bersaing dan meneng dalam persaingan tersebut.

Selain pendidikan, ketrampilan, pengalaman, motivasi dan lingkungan kerja, hal lain yang memperngaruhi kualitas dan produktivitas kerja adalah status kesehatan perkerja. Produktivitas kerja yang baik hanya dimungkinkan dihasilakan oleh perkerja yang sehat, dimanan status gizi merupakan suatu faktor yang menentukan status kesehatan perkerja. Status gizi yang baik. Perilaku gizi yang baik dapat diperoleh dengan menerapkan perilaku gizi yang baik. Perilaku gizi yang baik apabila seseorang dalam hal ini perkerja menerapkan pola konsumsi yang mengacu pada pedoman umum gizi seimbang, dimana dalam pedoman umum gizi seimbang tersebut salah satunya adalah membiasakan makan pagi setiap hari sebelum beraktivitas. Sehubungan dengan hal tersebut maka para perkerja diharapkan agar selalu makan pagi agar berprestasi.

MAMFAAT MAKAN PAGI BAGI PERKERJA

Penelitian tentang mamfaat makan pagi bagi perkerja cukup banyak dilakukan. Beberapa hasil penelitian mamfaat maka pagi adalah sebagai berikut (dikutip dari Drajat Martianto, PhD. Makalah disampaikan pada pertemuan gizi tenaga kerja, september 2001)

  1. Hasil penelitian Tuttle Hubert (1960) menujukan bahwa perkeja yang melakukan makan pagi mempunyai produktivitas kerja 28% lebih tinggi dibandingkan yang tidak makan pagi
  2. Penelitian Satyanarayanan (1977 menujukan bahwa perkerja pembuat sekring yang makan pagi produktivitasnya 15% lebih tinggi dibandingkan dengan perkerja yang tidak makan pagi
  3. Penelitian University of Health Sciences, Chicago Medical School terhadap 40 orang perkerja yang biasa makan pagi di bagi 3 kelompk yaitu kelompok pertama perkerja yang terus puasa setelah makan malam, kelompok kedua perkerja yang makan pagi sebanyak 450 – 500 kkl dengan menu seimbang (karbonhidrat hidrat komplek, komposisi standart,) dan ketiga perkerja yang makan pagi dengan menu tidak seimbang (karbonhidrat sederhana, tinggi lemak, rendah protein) hasil penelitian menujukan bahwa test kognitif, kelompok kedua mempunyai skor test paling tinggi dibandingkan kelompok kedua belum merasa lapar setelah 4 jam, semetara pada selang waktu yang sama ( setelah 4 jam) kelompok pertama sama laparnya dengan kelompok ketiga

Sumber : Warta Kesehatan Kerja. : Edisi II Tahun 2001

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment